Pasar kripto pada 13/5/2026 memasuki fase volatilitas tinggi saat investor global memantau data inflasi AS, aliran dana ETF, dan ketegangan geopolitik internasional. Dalam konteks tersebut, Bitcoin tetap bertahan di atas zona 80.000 USD, sementara Ethereum menunjukkan tanda-tanda pelemahan dibandingkan pasar lainnya.
Bitcoin menjaga zona dukungan penting 80.000 USD
Menurut data pasar terbaru, Bitcoin saat ini berfluktuasi di sekitar area 80.000–81.000 USD setelah pulih dari ritme koreksi di awal Mei. Banyak ahli menilai bahwa keberhasilan BTC mempertahankan level psikologis 80.000 USD menunjukkan bahwa daya beli institusional masih beroperasi cukup kuat.

Salah satu faktor pendukung Bitcoin adalah aliran dana dari dana ETF spot Bitcoin yang terus terjaga stabil dalam waktu terakhir. Investor institusional masih menganggap BTC sebagai aset lindung nilai inflasi di tengah kenaikan tajam harga minyak dan imbal hasil obligasi AS yang tertahan di level tinggi.
Secara teknis, Bitcoin sedang menguji zona resistensi penting antara 85.000–88.000 USD. Jika berhasil menembus zona ini, BTC dapat menuju level 90.000 USD dalam jangka pendek. Namun, tekanan dari kebijakan suku bunga Fed tetap menjadi risiko besar yang membuat pasar belum bisa meledak dengan kuat.
Selain itu, data on-chain menunjukkan banyak institusi masih menilai Bitcoin berada di zona valuasi yang menarik dibandingkan dengan siklus jangka panjang. Beberapa indikator akumulasi bahkan kembali ke zona yang pernah muncul sebelum lonjakan kuat pasar kripto di masa lalu.
Ethereum lebih lemah dibandingkan Bitcoin
Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum sedang menghadapi lebih banyak kesulitan saat harga ETH masih berada di bawah tekanan jual dalam jangka pendek. Beberapa laporan menunjukkan bahwa ETH adalah satu-satunya koin dalam sepuluh besar kripto yang mengalami penurunan harga minggu ini.
Saat ini Ethereum berfluktuasi di sekitar zona 2.300 USD setelah berkali-kali gagal melewati resistensi kuat. Penyebab ETH lebih lemah dari BTC berasal dari:
-
Aliran dana pasar lebih memprioritaskan Bitcoin ETF
-
Aktivitas Layer-2 mengurangi biaya jaringan Ethereum
-
Investor berhati-hati terhadap altcoin
-
Tekanan persaingan dari blockchain baru
Namun, banyak ahli tetap optimis jangka panjang terhadap Ethereum berkat ekosistem DeFi, AI blockchain, dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) yang terus berekspansi.
Secara teknis, ETH perlu melewati kembali zona 2.500 USD untuk mengonfirmasi tren kenaikan baru. Jika tidak mampu mempertahankan zona dukungan saat ini, Ethereum dapat terus terakumulasi dalam rentang yang lebar sebelum muncul momentum pertumbuhan baru.

Faktor yang memengaruhi pasar kripto saat ini
Pasar kripto pada 13/5 sedang mengalami dampak dari banyak faktor makro:
-
Inflasi AS meningkat tinggi
Data CPI AS yang lebih tinggi dari ekspektasi membuat kemungkinan Fed menurunkan suku bunga lebih awal menjadi lebih sulit. Hal ini berdampak langsung pada aliran dana spekulatif ke kripto.
-
Ketegangan geopolitik
Konflik di Timur Tengah terus membuat sentimen pasar keuangan global menjadi lebih berhati-hati. Kenaikan tajam harga minyak juga menambah tekanan inflasi.
-
Aliran dana ETF tetap menjadi titik terang
Meskipun pasar berfluktuasi, dana ETF Bitcoin tetap memainkan peran pendukung penting bagi harga BTC dalam jangka menengah.
Prediksi tren BTC dan ETH
Dalam jangka pendek, Bitcoin kemungkinan besar akan terus berfluktuasi di sekitar zona 80.000–85.000 USD sebelum menentukan tren yang lebih jelas. Jika aliran dana ETF tetap positif, BTC dapat menguji level 90.000 USD dalam waktu dekat.
Untuk Ethereum, ETH masih membutuhkan motivasi baru untuk menarik aliran dana kembali. Namun, jika pasar altcoin pulih pada paruh kedua tahun 2026, Ethereum tetap menjadi salah satu aset yang diharapkan mendapat keuntungan paling kuat.
Kesimpulan
Pada 13/5/2026, Bitcoin terus menunjukkan kekuatan yang unggul saat bertahan di atas level 80.000 USD meskipun ada tekanan dari inflasi dan geopolitik. Sementara itu, Ethereum masih dalam fase koreksi dan membutuhkan lebih banyak sinyal positif untuk mengonfirmasi tren pemulihan.
Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini masih dalam fase akumulasi besar, di mana aliran dana institusi dan faktor makro akan menentukan tren selanjutnya dari BTC dan ETH dalam waktu mendatang.
