Perkembangan yang cepat dan kompleks dari Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) telah menempatkan sistem perpajakan tradisional dalam posisi buntu. Saat ini, banyak otoritas pajak menganggap transaksi dasar dalam DeFi seperti staking, lending, atau penyediaan likuiditas sebagai peristiwa kena pajak secara langsung, menciptakan mimpi buruk akuntansi dan risiko likuiditas serius bagi investor. Menanggapi hal ini, sebuah usulan kerangka pajak DeFi baru dikemukakan, berfokus pada mekanisme Penundaan Pajak (Tax Deferral) untuk berbagai jenis transaksi dalam ekosistem terdesentralisasi. Usulan ini tidak hanya bertujuan menyederhanakan proses penghitungan pajak, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong inovasi dan memberikan kejelasan hukum bagi industri bernilai triliunan dolar.
KEMACETAN DALAM PAJAK DEFI SAAT INI: MASALAH PERISTIWA KENA PAJAK
Sistem pajak yang ada saat ini dirancang berdasarkan model keuangan tradisional, di mana transaksi didefinisikan sebagai pertukaran dari satu aset ke aset lainnya (contoh: menjual koin menjadi fiat).

-
Transaksi yang Tidak Efisien Secara Pajak
• Staking dan lending: Ketika investor mengunci aset seperti ETH atau SOL ke dalam protokol staking atau lending, mereka menerima token representatif seperti LP tokens atau cTokens. Berdasarkan aturan saat ini, pertukaran aset asli menjadi token representatif tersebut dapat dianggap sebagai penjualan dan langsung dikenakan pajak keuntungan modal.
• Beban akuntansi: Dengan ratusan transaksi kecil yang terjadi setiap hari, seperti panen hasil farming, perhitungan biaya perolehan, laba/rugi, dan pelaporan pajak untuk setiap transaksi hampir tidak mungkin dilakukan baik oleh investor individu maupun institusi. -
Risiko likuiditas
Jika investor harus membayar pajak segera atas keuntungan yang belum direalisasikan atau atas token yang ditukar, mereka terpaksa menjual aset hanya untuk mendapatkan dana guna membayar pajak. Hal ini menimbulkan tekanan likuiditas yang tidak perlu dan menghambat pertumbuhan ekosistem DeFi.
MEKANISME PENUNDAAN PAJAK (TAX DEFERRAL): SEDERHANA DAN MENDORONG INVESTASI
Usulan kerangka pajak baru ini dibangun di atas prinsip bahwa pajak hanya dikenakan ketika keuntungan benar-benar direalisasikan menjadi uang tunai atau aset yang dapat digunakan.
-
Mendefinisikan ulang peristiwa kena pajak
• Penundaan pajak untuk transaksi fungsional: Usulan ini meminta penundaan pajak untuk transaksi yang memiliki fungsi mempertahankan atau meningkatkan posisi aset dalam ekosistem DeFi.
• Situasi utama yang mendapat penundaan pajak:
Staking dan lending: Pajak ditunda hingga investor menarik kembali aset pokok beserta hasilnya atau ketika aset tersebut dijual.
Transaksi LP tokens: Menyetorkan aset ke liquidity pool dan menerima LP token, atau memindahkan LP token antar protokol, tidak dianggap sebagai peristiwa kena pajak langsung.
Pertukaran token dalam kategori yang sama: Misalnya pertukaran wETH menjadi ETH dianggap bukan peristiwa kena pajak langsung.
-
Prinsip kemudahan pelacakan

Dengan penundaan pajak, otoritas hanya perlu melacak nilai aset pada saat investor benar-benar keluar dari posisi. Ini membuat perhitungan pajak keuntungan modal menjadi lebih sederhana dan akurat.
MANFAAT DAN DAMPAK STRATEGIS
Usulan ini memberikan dua manfaat besar: mengurangi beban investor dan mendorong perkembangan teknologi.
-
Optimalisasi modal dan likuiditas
Mekanisme penundaan pajak memungkinkan investor mempertahankan lebih banyak modal dalam protokol, meningkatkan efisiensi penggunaan dana, dan mendorong partisipasi dalam penyediaan likuiditas. Hal ini meningkatkan kedalaman pasar dan likuiditas DeFi secara keseluruhan. -
Memperkuat posisi sebagai pemimpin regulasi
Dengan kerangka pajak yang jelas dan rasional, pemerintah dapat menarik perusahaan fintech dan pengembang blockchain untuk beroperasi, memperkuat posisi sebagai pusat inovasi keuangan. -
Situasi yang tetap dikenakan pajak langsung
• Menjual ke mata uang fiat: Ketika aset digital dikonversi ke USD atau mata uang fiat lainnya.
• Pembelian barang atau jasa: Saat crypto digunakan untuk pembayaran barang atau layanan fisik.
• Pertukaran aset besar: Menukar satu aset crypto dengan aset crypto lain yang sangat berbeda, misalnya BTC menjadi NFT, dapat tetap dianggap sebagai peristiwa kena pajak langsung tergantung definisi regulasi akhir.
KESIMPULAN
Usulan kerangka pajak DeFi baru dengan mekanisme penundaan pajak ini merupakan langkah revolusioner yang menunjukkan bahwa pembuat kebijakan berusaha memahami dan beradaptasi dengan kompleksitas keuangan terdesentralisasi. Jika diterapkan, kebijakan ini akan memangkas hambatan masuk pasar, meningkatkan likuiditas, memberikan kepastian hukum yang sangat dibutuhkan, serta memastikan inovasi dalam DeFi tidak terhambat oleh aturan pajak yang usang.

