Pada tanggal 5 Februari 2026, pasar mata uang kripto melanjutkan tren penurunan tajamnya saat Bitcoin (BTC) mencatat harga terendah dalam 15 bulan terakhir — diperdagangkan di kisaran 72.000–73.000 USD pada sesi pagi. Ini merupakan level terendah sejak akhir tahun 2024, yang mencerminkan tekanan jual yang dominan serta sentimen “risk-off” dari para investor aset berisiko.
Menurut data pasar, BTC kehilangan sekitar 4% nilainya dalam 24 jam, dengan banyak posisi long (beli) terlikuidasi di pasar derivatif. Pasar kripto global juga kehilangan kapitalisasi pasar sebesar puluhan miliar dolar dalam sesi perdagangan hari ini.
Para analis teknikal menilai bahwa Bitcoin tengah berada di bawah tekanan besar, baik dari faktor teknis (tren turun jangka menengah) maupun faktor makro seperti fluktuasi tajam di pasar saham global, yang menyebabkan BTC terus menembus ambang dukungan (support) penting sebelumnya.
Ethereum Merosot Dalam, Belum Ada Tanda Pemulihan Kuat
Tidak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) — mata uang digital terbesar kedua di dunia — juga terus mengalami tekanan penurunan pada hari yang sama. ETH tercatat jatuh ke zona 2.100–2.150 USD, turun tajam dalam 24 jam terakhir yang disertai dengan sentimen aksi jual (sell-off) di pasar berjangka (futures).

Banyak indikator on-chain menunjukkan bahwa tingkat pendanaan (funding rate) futures ETH telah berubah menjadi negatif, yang berarti posisi short (jual) membayar biaya kepada posisi long (beli), mencerminkan ekspektasi penurunan yang kuat dari sisi pasar.
Kelompok Stablecoin dan Altcoin Juga Bereaksi Negatif
Di tengah fluktuasi tajam pada pasar utama, jumlah pengguna stablecoin seperti USDT (Tether) justru meningkat secara signifikan, melampaui angka 534 juta pengguna — sebuah indikator bahwa aliran modal sedang mencari tempat berlindung yang lebih aman di dalam ekosistem kripto. Aset altcoin lainnya seperti Dogecoin juga mengalami penurunan harga ringan hari ini, mencerminkan tren penyebaran tekanan jual di seluruh pasar.
Penyebab di Balik Penurunan Harga
Anjloknya harga BTC – ETH pada 5 Februari 2026 disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor:
-
Sentimen Risiko Global Meningkat Tajam: Aliran modal yang keluar dari aset berisiko menyebabkan kripto dan saham teknologi merosot, mendorong BTC ke level rendah lokal.
-
Volatilitas Pasar yang Berkelanjutan: Bitcoin dan aset kripto utama lainnya telah kehilangan sekitar 20% kapitalisasi pasar dalam seminggu terakhir, yang memicu peningkatan rasa khawatir.
-
Aksi Ambil Rugi (Cut Loss) & Likuidasi Leverage: Likuidasi massal pada banyak posisi margin membuat momentum penurunan menjadi semakin kuat.
Apa yang Harus Diperhatikan Investor?
Dalam jangka pendek, para ahli pasar menyarankan investor untuk fokus memantau ambang dukungan (support) teknis penting seperti:
-
Untuk BTC: 70.000 USD dan 65.000 USD adalah titik support psikologis yang krusial.
-
Untuk ETH: 2.000 USD beserta area likuiditas besar di sekitar zona tersebut.
Manajemen risiko, pembatasan penggunaan leverage (tanda silang/margin), dan mempertahankan alokasi portofolio yang wajar sangatlah penting saat pasar mengalami volatilitas tinggi seperti sekarang.
Kesimpulan
Update berita 5 Februari 2026 menunjukkan bahwa pasar mata uang kripto masih berada dalam fase koreksi tajam, dengan Bitcoin jatuh ke zona terendah dalam 15 bulan dan Ethereum terus merosot dalam. Faktor makro, likuiditas leverage, dan sentimen pasar yang negatif membuat BTC – ETH menghadapi tekanan penurunan yang besar. Investor disarankan untuk memantau ketat level dukungan teknis dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko di tengah ketidakpastian ini.
Langkah selanjutnya yang bisa saya lakukan: Apakah Anda ingin saya membuatkan tabel ringkasan level supportdan resistance untuk BTC dan ETH berdasarkan berita ini, atau Anda ingin saya menerjemahkan artikel analisis mengenai peningkatan pengguna USDT secara lebih mendalam?

