Pasar mata uang kripto pada tanggal 4 Februari 2026 terus mengalami tekanan besar akibat aksi jual massal (sell-off) dan kekhawatiran sentimen investor secara global. Harga aset-aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan tajam, mencerminkan pelemahan yang meluas setelah beberapa sesi penurunan sebelumnya.
Menurut data terbaru, Bitcoin (BTC) telah merosot ke level terendahnya dalam 14 bulan terakhir. Harga sempat menembus angka 73.000 USD pada awal hari sebelum akhirnya pulih sedikit dan diperdagangkan di sekitar 76.000 USDpagi ini. Ini merupakan level harga yang signifikan karena BTC gagal mempertahankan ambang dukungan (support) penting sebelumnya, yang mengakibatkan kapitalisasi pasar anjlok dan nilai pasar sebesar lebih dari 60 miliar USD “menguap” hanya dalam satu sesi perdagangan.
Ethereum Merosot Lebih Dalam Mengikuti BTC
Mata uang digital terbesar kedua di dunia, Ethereum (ETH), juga tidak luput dari tren penurunan pasar secara umum. ETH jatuh ke kisaran $2.110 – $2.200 berdasarkan data pasar pada sesi ini, jauh lebih rendah dibandingkan level sebelumnya yang berada di kisaran 2.300 USD, yang menunjukkan adanya peningkatan tekanan jual.
Penurunan harga ETH kali ini terjadi saat pasar mencatat lebih dari 2 miliar USD posisi yang dilikuidasi, di mana banyak kontrak leverage (pinjaman) ETH terpaksa ditutup, sehingga memperkuat momentum penurunan harga menjadi lebih agresif.

Penyebab Penurunan Tajam Pasar
Terdapat beberapa faktor makro dan psikologis yang memengaruhi harga BTC dan ETH pada 4 Februari 2026, antara lain:
-
Meningkatnya sentimen menghindari risiko (risk-off) di pasar keuangan tradisional: Indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq semuanya mencatat pergerakan negatif, memicu penarikan modal dari aset berisiko seperti kripto.
-
Laporan kerugian perusahaan kripto besar terkait penurunan harga aset: Hal ini memperburuk kekhawatiran mengenai kesehatan finansial lembaga-lembaga di sektor kripto.
-
Likuidasi besar-besaran posisi leverage: Lebih dari 2 miliar USD posisi BTC dan ETH terpaksa ditutup (likuidasi), yang mendorong harga jatuh lebih dalam ke dalam sistem.
Reaksi Investor dan Psikologi Pasar
Pasar mata uang kripto saat ini berada pada tingkat psikologi “ketakutan ekstrem” (extreme fear) dengan indeks sentimen investasi yang merosot tajam, mencerminkan kehati-hatian dan kecemasan para pedagang. Kegagalan Bitcoin mempertahankan level dukungan (support) penting dan penurunan mendalam ETH menunjukkan bahwa tekanan jual masih sangat besar. Investor cenderung menghindari risiko dengan menarik modal atau memilih untuk memantau dari pinggir jalan sambil menunggu sinyal pembalikan arah (reversal).
Para analis berpendapat bahwa jika BTC tidak mampu bertahan di level 75.000 USD, area dukungan teknis berikutnya di sekitar 70.000 USD kemungkinan besar akan diuji dalam waktu dekat. Bagi ETH, kemampuan harga untuk bertahan di atas zona 2.000 USD akan menjadi penentu krusial bagi pasar altcoin secara keseluruhan.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan ke Depan
Dalam kondisi pasar yang masih berisiko dan bergejolak tinggi seperti saat ini, investor dan trader disarankan untuk:
-
Memantau level dukungan utama BTC dan ETH pada grafik teknis.
-
Mempertimbangkan sinyal makro seperti data ekonomi, kebijakan moneter, dan pergerakan pasar saham.
-
Mengelola risiko posisi leverage dengan ketat untuk menghindari likuidasi di tengah pasar yang sangat volatil.
Kesimpulan
Update berita 4 Februari 2026 menunjukkan pasar kripto terus berada di bawah tekanan saat Bitcoin jatuh di bawah 73.000 USD dan diperdagangkan di sekitar 76.000 USD, sementara Ethereum anjlok ke kisaran 2.110 USD – 2.200 USD, mencerminkan kecemasan investor. Tekanan likuidasi yang besar serta faktor makro terus membayangi harga, menghadirkan tantangan besar bagi investor jangka panjang maupun trader jangka pendek.

