Detail Kesepakatan Tarif AS – India
Berdasarkan pengumuman dari Gedung Putih, Amerika Serikat akan menurunkan tarif bea masuk untuk barang-barang impor dari India menjadi 18%, dari yang sebelumnya berada di level tinggi sebesar 50%. Angka tersebut mencakup penghapusan pajak hukuman tambahan yang sempat diberlakukan pada tahun 2025 untuk menekan New Delhi karena membeli minyak Rusia.
Sebelumnya, total tarif yang harus ditanggung barang-barang India di pasar AS mencapai sekitar 50%, yang terdiri dari tarif dasar ditambah pajak tambahan sebesar 25% untuk memaksa India membatasi pembelian energi dari Rusia. Dengan adanya komitmen baru ini, tingkat tarif tersebut dipotong secara signifikan dan berlaku segera.
Poin-poin Penting:
-
Kesepakatan Strategis: Mengubah ketegangan perdagangan menjadi kerja sama ekonomi.
-
Insentif Pajak: Penurunan drastis dari 50% ke 18% memberikan keuntungan besar bagi eksportir India.
-
Latar Belakang Geopolitik: Langkah ini bertujuan memperlemah pendapatan energi Rusia melalui tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap mitra dagang besarnya.
Komitmen Balasan dari India

Sebagai imbalannya, India setuju untuk berhenti membeli minyak Rusia dan sebagai gantinya akan meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat serta energi dari sumber-sumber sekutu seperti Venezuela. Hal ini menunjukkan titik balik dalam kebijakan energi New Delhi, yang sebelumnya mempertahankan hubungan perdagangan minyak yang kuat dengan Moskow sejak tahun 2022.
Selain itu, menurut laporan internasional, India akan meningkatkan pembelian produk-produk dari AS, termasuk energi, hasil pertanian, dan barang manufaktur, sekaligus mengurangi hambatan dagang terhadap barang-barang asal Amerika Serikat.
Latar Belakang Negosiasi dan Tujuan Strategis
Keputusan ini diambil setelah ketegangan perdagangan selama berbulan-bulan antara AS dan India terkait masalah tarif dan kebijakan pembelian minyak Rusia. Trump sebelumnya menerapkan tarif tinggi untuk memberikan tekanan guna memaksa India mengubah strategi energinya dan membuka pasar yang lebih luas bagi barang-barang AS.
Dalam pesannya, Trump menyatakan bahwa tercapainya kesepakatan ini akan mendukung hubungan ekonomi antara kedua negara dengan ekonomi besar tersebut, sekaligus membantu Washington mendorong ekspor energi dan barang-barang ke India.
Dampak Ekonomi bagi Kedua Negara

Pengurangan pajak terhadap barang-barang India diharapkan dapat membantu:
-
Meningkatkan daya saing ekspor India di pasar AS, sehingga mendorong pertumbuhan ekspor.
-
Mengurangi beban pajak bagi bisnis dan konsumen India, sehingga menciptakan keuntungan dalam perdagangan internasional.
-
Mendorong impor energi dari AS, yang akan mendukung industri minyak, gas, dan energi AS dalam meningkatkan angka penjualan.
Dari sisi strategis, langkah ini dapat mempersempit pengaruh ekonomi Rusia di pasar minyak global, mengingat pasar besar seperti India berkomitmen untuk berhenti membeli minyak Rusia, yang pada gilirannya akan memberikan tekanan besar pada permintaan minyak Moskow.
Reaksi dari New Delhi
India baru-baru ini mengonfirmasi komitmennya untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, sekaligus mulai melakukan diversifikasi sumber pasokan energi, dengan menjadikan Amerika Serikat sebagai mitra utama. Pemerintah India juga menyatakan keinginannya untuk melanjutkan negosiasi guna memperluas kerja sama perdagangan, terutama di sektor energi, manufaktur, dan pertanian.
Kesimpulan
Update berita pada 2 Februari 2026 menunjukkan adanya kesepakatan dagang krusial antara AS dan India, di mana Presiden Trump memutuskan untuk menurunkan tarif sebagai imbalan atas komitmen India untuk berhenti membeli minyak Rusia. Ini merupakan langkah strategis yang menggabungkan kepentingan ekonomi dengan faktor geopolitik, yang akan berdampak pada peta energi global serta hubungan di antara negara-negara kekuatan ekonomi dunia.

