Badan pengawas keuangan Inggris Financial Conduct Authority (FCA) baru-baru ini mengonfirmasi bahwa stablecoin akan menjadi fokus utama dalam kerangka regulasi aset digital mulai tahun 2026. Langkah ini menunjukkan bahwa Inggris sedang beralih ke pendekatan yang lebih proaktif terhadap aset kripto, di mana stablecoin dipandang sebagai mata rantai penting antara keuangan tradisional dan ekosistem blockchain.
Mengapa stablecoin diprioritaskan dalam regulasi?
Menurut FCA, stablecoin saat ini tidak hanya digunakan dalam transaksi kripto, tetapi juga telah meluas ke:
• Pembayaran digital
• Transfer lintas negara
• DeFi dan tokenisasi aset
• Perdagangan elektronik dan layanan keuangan
Dengan peran yang semakin besar, stablecoin dapat menimbulkan risiko sistemik jika tidak diawasi secara ketat, terutama terkait dengan:
• Transparansi aset cadangan
• Kemampuan mempertahankan nilai patokan
• Risiko likuiditas dan operasional
• Pencegahan pencucian uang (AML)
FCA menilai bahwa memasukkan stablecoin ke dalam kerangka regulasi yang jelas merupakan syarat penting untuk melindungi pengguna dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Apa saja yang akan tercakup dalam kerangka regulasi stablecoin mulai 2026?
Berdasarkan arah kebijakan yang diumumkan, FCA akan berfokus pada pilar-pilar utama berikut:
1. Transparansi aset penjamin
Penerbit stablecoin akan diwajibkan untuk:
• Mengungkapkan secara jelas jenis aset cadangan
• Menjamin kemampuan penukaran 1 banding 1
• Melakukan audit secara berkala
2. Persyaratan perizinan dan pengawasan
Stablecoin yang digunakan untuk pembayaran di Inggris kemungkinan harus:
• Diterbitkan oleh lembaga yang memiliki izin
• Mematuhi standar tata kelola risiko setara dengan lembaga keuangan
• Berada di bawah pengawasan rutin FCA
3. Perlindungan pengguna
FCA secara khusus menekankan:
• Hak untuk menukarkan stablecoin ke mata uang fiat
• Mekanisme penanganan jika stablecoin kehilangan patokan
• Tanggung jawab hukum dari pihak penerbit

Dampak terhadap pasar kripto di Inggris dan Eropa
Penetapan stablecoin sebagai fokus regulasi mulai tahun 2026 dinilai sebagai sinyal positif bagi arus modal institusional, karena:
• Mengurangi risiko hukum
• Meningkatkan kepercayaan bagi perusahaan dan perbankan
• Membuka jalan bagi integrasi stablecoin yang lebih dalam ke keuangan tradisional
Langkah ini juga membantu Inggris mempertahankan posisinya sebagai pusat keuangan digital, bersaing dengan kawasan yang telah memiliki kerangka regulasi jelas seperti Uni Eropa melalui MiCA.
Stablecoin, perbankan, dan keuangan tradisional
FCA menilai bahwa stablecoin di masa depan:
• Tidak akan bertentangan dengan perbankan
• Berpotensi menjadi infrastruktur pembayaran pelengkap
• Berperan sebagai jembatan antara blockchain dan sistem keuangan yang sudah ada
Banyak bank dan lembaga keuangan di Inggris saat ini tengah memantau secara ketat peta jalan ini untuk mempersiapkan keterlibatan dalam penerbitan atau penggunaan stablecoin dalam aktivitas pembayaran.
Tantangan ke depan
Meski mendapat penilaian positif, kerangka regulasi stablecoin juga menghadapi sejumlah tantangan:
• Menyeimbangkan inovasi dan pengendalian risiko
• Menghindari perpindahan proyek stablecoin ke luar wilayah Inggris
• Menyelaraskan kebijakan dengan standar internasional
FCA menegaskan akan terus melakukan konsultasi dengan pelaku industri dan para ahli sebelum kebijakan ini resmi diterapkan.
Kesimpulan
Keputusan otoritas pengawas keuangan Inggris untuk menjadikan stablecoin sebagai fokus regulasi mulai tahun 2026 menunjukkan bahwa aset digital telah memasuki fase kedewasaan, di mana transparansi dan keamanan menjadi prioritas utama. Stablecoin sangat mungkin menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem keuangan modern di Inggris, sekaligus menciptakan preseden penting bagi arah regulasi kripto global dalam beberapa tahun ke depan.

