Dalam beberapa tahun terakhir, peta penambangan Bitcoin global telah berubah drastis setelah banyak negara memperketat regulasi terhadap mata uang kripto. Di tengah pergeseran tersebut, Iran muncul sebagai pusat penambangan yang patut diperhatikan, dengan kontribusi saat ini sekitar 2–5% dari total daya penambangan Bitcoin (hashrate) global.
Menurut laporan analisis pasar kripto pada awal tahun 2026, meskipun persentase ini tidak menempati urutan pertama di dunia, angka tersebut cukup untuk menempatkan Iran ke dalam kelompok negara yang memiliki pengaruh signifikan terhadap jaringan Bitcoin yang terdesentralisasi.
Apa itu Hashrate Bitcoin dan Mengapa Angka 2–5% Itu Penting?

Berikut adalah terjemahan teks tersebut ke dalam Bahasa Indonesia dengan format yang rapi dan terminologi teknis yang akurat:
Hashrate adalah ukuran total kapasitas komputasi yang dikontribusikan oleh para penambang untuk memvalidasi transaksi dan mengamankan blockchain Bitcoin. Negara yang memiliki hashrate besar memegang peranan penting dalam:
-
Konfirmasi blok transaksi.
-
Keamanan jaringan.
-
Mempengaruhi kecepatan penambangan BTC global.
Meskipun Amerika Serikat masih memimpin dengan lebih dari 30% hashrate, Iran tetap mempertahankan posisi yang signifikan berkat biaya operasional yang sangat rendah.
Hal yang perlu dicatat adalah meskipun seluruh aktivitas penambangan di Iran dihentikan sementara, jaringan Bitcoin hanya akan kehilangan kurang dari 5% daya pemrosesan — menunjukkan bahwa skala negara ini cukup besar untuk dipantau secara ketat, namun belum menimbulkan risiko sistemik.
Mengapa Iran Menjadi “Surga” Penambangan Bitcoin?
1. Harga Listrik yang Sangat Murah – Keunggulan Kompetitif Terbesar Iran memiliki salah satu tarif listrik industri terendah di dunia berkat subsidi energi dari pemerintah. Biaya penambangan 1 BTC di sini diperkirakan hanya sekitar 1.300 USD, jauh lebih rendah dibandingkan di AS atau Eropa. Karena listrik mencakup 80–90% dari biaya penambangan, keunggulan ini membantu ladang penambangan di Iran mencapai margin laba yang sangat tinggi.
2. Penambangan Bitcoin sebagai Instrumen Ekonomi Di tengah berbagai sanksi internasional, Bitcoin dipandang sebagai metode untuk:
-
Penyimpanan nilai lintas batas.
-
Pembayaran impor.
-
Menarik mata uang asing digital. Beberapa analisis menunjukkan bahwa aktivitas penambangan telah menjadi sumber aset digital penting untuk mendukung perekonomian di bawah kondisi pembatasan keuangan tradisional.
3. Aktivitas Penambangan Semi-Legal dan Bawah Tanah Iran melegalkan penambangan Bitcoin sejak 2019, namun pada kenyataannya:
-
Sebagian besar aktivitas penambangan masih berlangsung tanpa izin.
-
Banyak fasilitas menggunakan listrik subsidi untuk rumah tangga.
-
Pemerintah secara rutin melakukan inspeksi dan penyitaan peralatan. Hal ini menyebabkan pangsa pasar hashrate Iran berfluktuasi sesuai dengan fase kebijakan yang berlaku.
Mengapa Pangsa Pasar Iran Menurun Dibandingkan Sebelumnya?
Pada periode 2020–2021, Iran sempat menguasai 4–8% hashrate global. Namun, saat ini rasionya turun menjadi sekitar 2–5% karena beberapa faktor:
-
Pemadaman listrik skala besar.
-
Internet blackout (pemutusan akses internet).
-
Pengetatan pengawasan terhadap penambangan.
-
Persaingan ketat dari AS dan Kazakhstan.

Peristiwa gangguan koneksi internet pada tahun 2025 telah memaksa banyak ladang penambangan untuk menghentikan operasional sementara, sehingga menurunkan daya komputasi negara tersebut.
Bagaimana Pengaruh Iran terhadap Pasar Bitcoin Global?
Meskipun bukan negara pemimpin pasar, Iran tetap memberikan dampak yang patut diperhatikan:
-
Pengaruh Jangka Pendek terhadap Hashrate Ketika penambangan di Iran terganggu, hashrate seluruh jaringan mungkin akan sedikit menurun sebelum mekanisme penyesuaian kesulitan (difficulty adjustment) menyeimbangkannya kembali.
-
Dampak pada Narasi Geopolitik Kripto Bitcoin semakin erat kaitannya dengan:
-
Energi,
-
Kebijakan nasional,
-
Strategi keuangan digital. Iran adalah contoh nyata dari tren “nasionalisasi aktivitas penambangan”.
-
Tren Masa Depan: Apakah Peran Iran Akan Meningkat atau Menurun?
Para pakar berpendapat bahwa pangsa pasar Iran akan bergantung pada tiga faktor utama:
-
Kebijakan Energi Domestik: Apakah pemerintah tetap memberikan subsidi?
-
Stabilitas Internet dan Infrastruktur Digital: Kelancaran koneksi sangat krusial bagi operasional penambang.
-
Tekanan Sanksi Internasional: Semakin terjepit ekonomi tradisional, semakin besar dorongan menuju kripto.
Jika subsidi listrik terus dipertahankan, Iran akan tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara dengan biaya penambangan Bitcoin terendah di dunia.
Kesimpulan
Fakta bahwa Iran menguasai sekitar 2–5% daya penambangan Bitcoin global menunjukkan bahwa jaringan Bitcoin semakin bersifat geopolitik dan terdistribusi secara multipolar. Meskipun tidak mendominasi seperti Amerika Serikat atau Tiongkok di masa lalu, Iran tetap menjadi “pemain senyap” berkat keunggulan energi murah dan kebutuhan ekonomi yang spesifik.
Di masa depan, stabilitas infrastruktur dan kebijakan manajemen akan menentukan apakah negara ini akan memperluas pengaruhnya dalam industri penambangan atau perlahan-lahan digantikan oleh pusat-pusat penambangan baru.
-

