Pada sesi perdagangan 28 Januari 2026, Bitcoin terus bergerak di kisaran $88.000 – $89.000, menunjukkan sikap hati-hati para investor menjelang rilis data ekonomi global dan keputusan suku bunga mendatang. BTC belum mampu menembus level resistensi kuat, yang mencerminkan aliran modal pasar yang masih cenderung tertahan.
Beberapa analis teknikal menilai bahwa BTC sedang dalam fase akumulasi, dengan zona dukungan (support) di sekitar $85.000 – $86.000 memegang peranan kunci. Bitcoin baru bisa menantang kembali level psikologis $100.000 jika berhasil menembus ambang resistensi di kisaran $92.000 – $94.000.
Meskipun volatilitas masih tinggi, BTC tetap mempertahankan statusnya sebagai “raja kripto” dan tolok ukur kesehatan pasar, di mana dominasi kapitalisasi pasarnya masih mencakup sebagian besar total kapitalisasi pasar kripto global.
Ethereum (ETH): Bertahan di Level $3.000
Mata uang kripto terbesar kedua, Ethereum, telah pulih kembali di atas level $3.000 setelah sempat mengalami koreksi ringan. ETH tetap menjadi fondasi utama bagi ekosistem DeFi, NFT, dan aplikasi terdesentralisasi (dApps) — hal yang menjaga permintaan fundamental terhadap token ini dalam jangka panjang. Para investor jangka panjang juga meyakini bahwa ETH dapat berkinerja lebih unggul (outperform) dibanding pasar saat BTC kembali mendapatkan momentum kenaikan yang stabil.
Namun, pasar masih bersikap waspada dengan volatilitas tinggi, sehingga ETH belum menunjukkan terobosan yang kuat dalam jangka pendek.

Altcoin & Koin Unggulan Lainnya: Momentum Pertumbuhan
Selain BTC dan ETH, pasar pada 28 Januari 2026 menyaksikan pergerakan tajam pada berbagai altcoin. Beberapa token tertentu mencatatkan kenaikan hingga ~77% dalam 24 jam, menunjukkan adanya aliran modal yang masuk ke kelompok koin pilihan. Pasar altcoin tetap sangat dinamis, di mana proyek-proyek potensial menarik perhatian investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi dibandingkan BTC/ETH.
Mengapa Pasar Kripto Bergejolak?
-
Sentimen Pasar: Indeks “Fear & Greed” masih berada di level rendah, menunjukkan sikap cautious (hati-hati). Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu berita ekonomi besar seperti keputusan Fed atau data ekonomi penting lainnya.
-
Arus Kas Institusi: Meski aliran modal institusional ke BTC dan ETH sempat sedikit menurun, produk ETF dan layanan investasi kripto dari lembaga keuangan besar tetap mempertahankan minatnya. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan pasar jangka panjang.
Prediksi Arah BTC & ETH di Tahun 2026
-
BTC: Masih dipandang sebagai “aset berisiko dengan likuiditas tinggi” yang memiliki potensi pemulihan kuat jika berhasil melewati zona resistensi kunci.
-
ETH: Terus memegang posisi sebagai infrastruktur blockchain utama dan diharapkan tumbuh seiring perkembangan aplikasi DeFi serta NFT.
-
Altcoin: Berpotensi terus menjadi fokus aliran modal jangka pendek karena peluang volatilitas harga yang tinggi.
Kesimpulan
Kondisi pasar kripto per 28 Januari 2026 menunjukkan BTC dan ETH tetap menjadi pusat perhatian, dengan Bitcoin berfluktuasi di angka $88K–$89K dan Ethereum di kisaran $3K. Lonjakan tajam pada altcoin mengindikasikan bahwa modal masih mencari keuntungan tinggi, meski sentimen pasar secara umum masih dalam fase waspada. Ini adalah saat di mana investor perlu memantau ketat level harga kunci dan tren makro global untuk mengambil keputusan strategis yang efektif.

