Mantan CEO bursa BitMEX, Arthur Hayes, salah satu sosok berpengaruh besar di dunia kripto, baru saja mengeluarkan peringatan serius mengenai stabilitas Stablecoin terbesar di dunia, Tether ($USDT). Menurut Hayes, jika portofolio aset cadangan non-tunai Tether — khususnya Bitcoin ($BTC) dan emas — mengalami penurunan nilai hingga 30%, perusahaan ini dapat jatuh ke dalam kondisi tidak mampu membayar (insolvent). Peringatan ini memicu kekhawatiran mengenai struktur cadangan Stablecoin dan potensi risiko terhadap likuiditas seluruh pasar kripto.
ANALISIS PERINGATAN ARTHUR HAYES
Peringatan Hayes didasarkan pada struktur aset cadangan Tether yang semakin beragam, terutama meningkatnya porsi aset volatil dibanding hanya uang tunai atau obligasi pemerintah.

-
Aset Cadangan yang Bersifat Volatil
• Diversifikasi: Tether secara terbuka mengungkapkan bahwa mereka memegang sejumlah besar emas dan Bitcoin dalam portofolio cadangannya. Aset-aset ini dianggap sebagai strategi lindung inflasi dan diversifikasi terhadap risiko USD.
• Sisi negatif volatilitas: Berbeda dengan T-Bills (obligasi pemerintah) yang sangat stabil, $BTC dan emas memiliki volatilitas harga tinggi. Dalam kondisi penurunan tajam pasar kripto, nilai cadangan ini dapat anjlok dengan cepat. -
Ambang Risiko 30%
Hayes menunjukkan bahwa penurunan 30% adalah titik pemicu risiko terbesar. Jika nilai $BTC dan emas dalam cadangan turun 30%, hal ini dapat mengikis cukup banyak nilai cadangan sehingga total aset cadangan menjadi lebih kecil dari total $USDT yang beredar.
• Total Aset Cadangan < Total USDT Beredar
• Situasi seperti ini dapat memicu krisis kepercayaan, menyebabkan penarikan dana massal (bank run) dan membuat nilai 1 USDT kehilangan patokan terhadap USD.
DAMPAK SISTEMIK DARI RISIKO USDT

$USDT adalah Stablecoin terbesar dan berperan sebagai jalur utama likuiditas dan perdagangan di sebagian besar bursa kripto global.
-
Krisis Likuiditas Global
Jika $USDT kehilangan solvabilitas atau gagal mempertahankan harga $1 USD, dampaknya dapat:
• Mengacaukan perdagangan: Banyak pasangan perdagangan di bursa akan terganggu secara serius.
• Memicu aksi jual besar-besaran: Penarikan massal dari $BTC dan Altcoin dapat menyebabkan penurunan harga besar di seluruh pasar kripto. -
Memperkuat Peringatan dari China
Peringatan ini muncul tidak lama setelah China kembali menegaskan larangan total terhadap aset kripto, terutama Stablecoin yang dianggap mengancam stabilitas keuangan dan perkembangan Yuan Digital (e-CNY). Analisis Hayes semakin memperkuat pandangan regulator bahwa Stablecoin yang didukung aset volatil membawa risiko sistemik yang signifikan.
SINYAL DARI S&P DAN STRATEGI DIVERSIFIKASI
• Penurunan peringkat: Peringatan Hayes selaras dengan keputusan S&P yang baru-baru ini menurunkan peringkat $USDT, sebagian karena kurangnya transparansi dan penggunaan aset berisiko dalam cadangannya.
• Perbandingan dengan $USDC: Stablecoin lain seperti $USDC (yang didukung terutama oleh T-Bills dan uang tunai) dianggap memiliki struktur cadangan yang lebih aman. Namun demikian, risiko sistemik dari $USDT tetap menjadi perhatian utama industri.
KESIMPULAN
Peringatan Arthur Hayes tentang potensi insolvensi Tether adalah pengingat penting mengenai risiko Stablecoin. Meskipun Tether berupaya memperkuat posisinya dengan memegang emas dan $BTC, volatilitas tinggi dari aset tersebut dapat menjadi pedang bermata dua. Investor dan bursa harus sangat berhati-hati dan menyiapkan rencana darurat untuk semua kemungkinan yang berkaitan dengan jalur likuiditas utama pasar, yaitu $USDT.

