Protokol cross-chain DeFi populer, THORChain, kini menjadi pusat perhatian pasar kripto setelah muncul informasi bahwa mereka diduga terkena serangan peretas (hacker) dengan kerugian lebih dari 10 juta USD. Insiden keamanan ini menyebabkan token THORChain anjlok tajam hingga dua digit dalam waktu singkat, memicu kekhawatiran baru mengenai tingkat keamanan protokol cross-chain di sektor DeFi.
THORChain Diserang pada Multi-Chain
Menurut laporan on-chain terbaru, serangan tersebut diduga menyasar sistem router milik THORChain di berbagai blockchain yang berbeda, termasuk:

-
Bitcoin
-
Ethereum
-
BNB Chain
-
Base
Investigator blockchain terkenal, ZachXBT, adalah orang pertama yang mendeteksi transaksi tidak biasa terkait aliran dana yang dikuras dari liquidity pool milik protokol tersebut. Perkiraan awal menunjukkan bahwa peretas telah mencuri aset kripto senilai sekitar 10–10,8 juta USD.
Perusahaan keamanan blockchain PeckShield juga mengonfirmasi skala kerugian tersebut dan menyatakan bahwa sebagian besar aset diubah menjadi ETH sebelum dikumpulkan ke dalam dompet-dompet perantara (intermediate wallets).
THORChain Terpaksa Menghentikan Sementara Transaksi
Setelah mendeteksi adanya indikasi eksploitasi, THORChain segera mengaktifkan mekanisme darurat dan menghentikan sementara aktivitas perdagangan (trading) serta penandatanganan transaksi (signing) pada sistem guna membatasi penyebaran kerugian.
Banyak pakar menilai bahwa keputusan protokol untuk menghentikan operasional ini menunjukkan keseriusan dari insiden tersebut, sekaligus mencerminkan risiko inheren yang ada pada model cross-chain liquidity protocol.
Harga RUNE Anjlok Tajam
Segera setelah informasi peretasan tersebut menyebar luas di media sosial, token THORChain langsung merosot tajam sebesar 15–20% hanya dalam waktu 24 jam. Data pasar menunjukkan RUNE saat ini diperdagangkan di kisaran 0,47–0,48 USD dan kehilangan hampir 20% nilainya dalam sehari.
Banyak investor bergegas melakukan aksi jual panik (panic selling) terhadap RUNE karena mengkhawatirkan beberapa hal:
-
Protokol kehilangan likuiditas
-
Penarikan aset secara massal oleh pengguna (bank run)
-
Menurunnya kepercayaan terhadap sektor DeFi
-
Risiko peretas kembali mengeksploitasi celah keamanan
Volume perdagangan RUNE juga melonjak drastis seiring dengan meluasnya sentimen kepanikan di pasar.
Apa itu THORChain?
THORChain adalah protokol likuiditas terdesentralisasi yang memungkinkan pertukaran (swap) aset antar-berbagai blockchain tanpa perlu menggunakan wrapped token ataupun pihak ketiga (perantara).

Ekosistem ini terkenal dengan kemampuannya untuk:
-
Melakukan swap BTC ke ETH secara langsung
-
Menyediakan likuiditas cross-chain
-
Mendukung banyak blockchain besar
-
Mengintegrasikan DeFi multi-chain
Token THORChain memegang peran sentral dalam seluruh ekosistem dan digunakan untuk:
-
Likuiditas
-
Keamanan jaringan
-
Node bonding
-
Biaya transaksi
DeFi Cross-Chain Terus Menghadapi Risiko Keamanan
Insiden kali ini sekali lagi menunjukkan bahwa protokol cross-chain tetap menjadi target empuk bagi para peretas karena beberapa alasan:
-
Infrastruktur yang kompleks
-
Koneksi ke banyak blockchain berbeda
-
Volume likuiditas yang besar
-
Smart contract yang sulit dikontrol sepenuhnya
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kasus peretasan besar di pasar kripto selalu berkaitan dengan:
-
Bridge (jembatan antar-rantai)
-
Cross-chain protocol
-
Liquidity pool
-
MPC wallet
Para ahli menilai bahwa perkembangan sektor DeFi saat ini masih jauh lebih cepat daripada kapasitas keamanan praktisnya.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Saat ini komunitas sedang menunggu:
-
Laporan teknis resmi dari pihak THORChain
-
Identifikasi penyebab celah keamanan (vulnerability)
-
Rencana ganti rugi (jika ada)
-
Kemungkinan pemulihan operasional protokol
Jika tim pengembang mampu menangani krisis ini dengan baik dan menambal celah keamanan dengan cepat, RUNE berpotensi memulihkan sebagian kepercayaan pasar. Namun, tekanan jual jangka pendek kemungkinan besar masih akan berlanjut mengingat sentimen DeFi saat ini cukup sensitif setelah maraknya serangkaian kasus peretasan akhir-akhir ini.
Kesimpulan
Dugaan peretasan senilai lebih dari 10 juta USD yang menimpa THORChain telah memberikan guncangan besar bagi pasar DeFi dan menyebabkan token THORChain anjlok tajam. Peristiwa ini terus membuktikan bahwa masalah keamanan masih menjadi tantangan terbesar bagi protokol cross-chain dalam industri kripto saat ini.
Untuk ke depannya, respons dari tim THORChain serta kemampuan mereka dalam mengatasi dampak kerusakan ini akan menjadi penentu apakah ekosistem tersebut dapat meraih kembali kepercayaan dari komunitas atau tidak.

